Tampilkan postingan dengan label MOTOR RODA DUA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTOR RODA DUA. Tampilkan semua postingan

Yamaha Byson-FZ16

Walaupun sudah banyak yang ngebahas tentang motor yang satu ini, tetapi saya tetap ingin berbagi pendapat. Anyway rencana motor ini akan dirilis awal 2010, ini berdasarkan info dari temen deketku yang kerja di Yamaha, malah sudah bisa inden dari sekarang.

Saya pribadi sangat menginginkannya, knapa karena dengan harga perkiraan 18 jeti, meskipun tidak ada teknologi baru pada yamah ini tetapi sangat wrothlah untuk dimiliki.

Dengan postur yang aduhai lumayan gede dan dengan pemasangan ban yang tidak biasanya ukuran gede sangatlah menggiurkan, design bagus kekar. 



Pokoknya menurut saya pribadi sangat bagus untuk dpakai harian dan buat turing, tapi sayang budget saya sudah kepincut duluan oleh KLX150S milik kawasaki.



Oh ya hampir lupa, Yamah byson ato Yamah FZ16 designnya berdasarkan dari kakaknya, yaitu Yamaha FZ1000. Terlihat dari posisi ridingnya hampir sama ya.

Tapi saya akan berusaha mendapatkan ni byson....keepfight!

Kawasaki KLX 150 S, Mantap di Aspal dan Tanah

Pabrikan motor asal Jepang yang satu ini memang gemar mengeluarkan produk di celah pasar yang sempit, seperti trail.
Maka, dengan hadirnya Kawasaki KLX 150 S, biar bagaimanapun, Kawasaki berusaha mengakomodir keinginan para pecinta motor Dual Purpose ini dengan harga yang terjangkau tentunya.

Sehingga, timbul pula rasa penasaran akan sosok KLX 150 S ini, terlebih dengan tampilannya yang sangat sporty seperti itu. detikOto membayangkan bagaimana aspal-aspal Jakarta yang amburadul dilibas dengan nyaman oleh motor dengan konsep "Light Trail, Delight Your Ways" ini.

Tampilannya, meski lebih terlihat kurus, namun tak menyurutkan niat untuk segera menungganginya. Begitu juga dengan deruman mesin, biasa saja, knalpot bawaan standar tidak membuat suara mesin motor ini mengaum gagah seperti tampilannya.
Namun, akselarasi dan handling ternyata berbicara lain di lapangan. Trail ini berukuran kompak, sehingga nyaman dikendarai oleh remaja maupun orang dewasa.

Mesin dengan spesifikasi 4 langkah SOHC berpendingin udara, terbilang sudah konvensional untuk motor berkapasitas murni 144 cc 1 silinder ini.

Namun, dengan perbandingan Diameter x langkah 58.0 x 54.4 mm, serta kepadatan kompresi 9.5:1, KLX 150 S memiliki daya maksimum 8.60 Kw pada 8000 rpm, dengan torsi maksimum 12 Nm pada 6500 rpm, membuat trail ini galak di jalan aspal.

Apalagi kalau gas dibuka secara spontan, akselarasinya sangat ringan dan berisi untuk tiap-tiap perpindahan giginya.

Kebuasan power tersebut, ternyata bisa diimbangi dengan handling yang lincah dan bersahabat dengan pengemudi. Istilahnya, "ini motor diajak ngapain aja nurut!"

Jalan raya Jakarta dengan lubang disana sini, dilintasi dengan anteng oleh KLX 150 S. Begitu juga ketika terjebak macet, diajak minggir ke bahu jalan yang bertanah dan berbatu, suspensi depan seukuran 33mm Telescopic, yang dipadu dengan Suspensi belakang Uni-TRAK Swing Arm Monoshock, membuat jalan berlubang maupun polisi tidur sekalipun menjadi tidak terasa.

Namun, untuk penggunaan di jalan beraspal, khususnya untuk menunjang kegiatan sehari-hari, beberapa hal pada motor ini bisa mengganggu pengendara. Seperti misalnya, tidak ada indikator ukuran bensin, sehingga pengendara tidak bisa mengukur dan mengantisipasi kapan harus segera mengisi BBM.

Kemudian, peletakan knalpot undertrail di sebelah kanan, peredam panasnya kurang maksimal, sehingga bila digunakan untuk jarak sedikit jauh, paha masih merasakan panas mesin yang lumayan mengganggu.

Sekarang, giliran mengajak KLX ke habitat aslinya, yakni di tanah. Dipilihlah lintasan grasstrack di kawasan Pondok Cabe untuk mencoba lebih maksimal akselarasi dan handlingnya.

Diajak melompat, menanjak, bahkan bermanuver di tikungan tanah yang gembur, KLX nurut. Hanya sesekali terjadi gejala ban sliding, itupun diduga karena kondisi ban pacul yang sudah mulai aus, sehingga daya cengkram ke tanah kurang maksimal.

Meski mesinnya hanya berpendingin udara, namun diperlakukan ekstrem sekalipun dilintasan grasstrack ini tidak membuat akselarasi melemah akibat overheat.

Begitupun dengan handling yang ditawarkan, selain ringan, KLX cukup nyaman ketika menikung maupun mendarat selepas meluncur di lintasan berbukit yang sengaja diciptakan ini.

Sesuai dengan peruntukannya, motor tipe trail dari Kawasaki ini memang mantap untuk di jalan beraspal maupun tanah sekalipun. Terlebih dengan konsumsi BBMnya yang tergolong irit untuk motor berkapasitas 150 cc, yakni pada kisaran 1 liter bensin untuk jarak 35 km.

Meskipun dari teknologi terbilang biasa saja, untuk harga yang ditawarkan Rp 21,7 juta On The Road, rasanya masih rasional untuk dijadikan sebagai produk pilihan, mengingat belum adanya pesaing kelas trail lainnya dipasar motor tanah air.

Disadur dari Vibizlife.com (Senin, 13 Juli 2009 09.43 WIB) (Th/VS/dtc)


Test Ride Kawasaki KLX150

OTOMOTIFNET - Bicara performa dan riding impression Kawasaki KLX 150, kurang lengkap rasanya bila tak menggabungkan trek tanah dan aspal. Motor trail imut ini ternyata tak hanya enak di bejek di trek tanah tapi juga cukup nyaman dipakai untuk melibas jalan raya. OTOMOTIFNET.com membuktinya sendiri dengan melibas trek garuk tanah di kawasan Pondok Cabe, Tangerang dan membelah kemacetan jalanan ibu kota.

Desain
Bersanding dengan trail-trail bongsor di Pondok Cabe seperti saudara sekandungnya Kawasaki KLX250, Honda CR200, atau special engine Yamaha YZ125. Tampang Kawasaki KLX125 ini tetap bikin percaya diri. Bentuknya murni trail modern bukan klasik seperti Suzuki TS125 yang dulu sempat di jual masal hingga awal 2000an.

Untuk berjalan di jalan raya rasanya tidak ada masalah dan tetap modis. Semua perangkat lalu lintas sudah lengkap tersedia. Peletakan head lamp, stop lamp hingga spatbor belakang pun terlihat cukup proporsional sehingga tidak menggangu desain sporty-nya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah desain knalpotnya yang unik.

Fitur dan Teknologi
Meski mesinnya tergolong baru tapi tidak ada yang terlalu istimewa. Masih SOHC satu silinder dengan dua klep, kapasitas bersih mesinnya juga hanya 144cc. Seperti mesin terbaru lainnya, mesin KLX150 ini juga sudah dilengkapi Kawasaki Secondary Air Injection System (KSAI) untuk menjaga agar emisi gas buangnya tetap ramah lingkungan.

Salah satu yang mengasyikan pada motor ini adalah adanya electric starter. OTOMOTIFNET.com sangat merasakan kegunaanya saat sudah kecapaian sewaktu bermain off road di pondok cabe. Tidak perlu bersusah payah untuk injak engkol. Tinggal pencet mesin langsung menyala.


Knalpot unik dan spidometer sederhana

Tapi yang mengesalkan adalah saat melihat panel indikator, tidak ada indikator bensin. Kita harus rajin-rajin melongok tanki, untungnya tangki KLX150 bentuknya sederhana sehingga dasar tanki pun bisa dengan mudah terlihat dari lubang tangki.

Performa
Awalnya sempat ragu, apakah mesin satu silinder 114cc sanggup memuaskan hasrat garuk tanah? Ternyata melebihi ekspektasi, akselerasinya tergolong sangat baik. Putaran bawahnya kuat sesuai karakter motor trail. Bahkan menaiki tebing dengan kemiringan lebih dari 45 derajat di lintasan enduro trail pondok cabe bisa dengan mudah dilakukan.

Bukan hanya sendiri, OTOMOTIFNET.com iseng mencoba menaiki tebing tadi dengan berboncengan. Maklum sang fotografer enggak mau capek jalan mendaki tebing, jadi terpaksa ikut di bonceng sang tester untuk naik. Hasil tetap mudah dilalui. Maklum torsi maksimum yang dihasilkan motor ini cukup besar, sekitar 12 Nm di 6.500 rpm.

Lalu bagai mana dengan performanya di aspal? Top speed memang tidak bisa tinggi, hanya mentok di 100 km/jam. Rasio 5 percepatanya pun pendek-pendek. Meski begitu saat di tes dengan racelogic, hasilnya sangat baik. Lihat data dibawah ini:

0-60km/jam : 6,1 detik
0-201 meter : 13,2 detik
0-402 meter : 19,8 detik
Top speed : 100 km/jam


Eces kalau cuma naik turun tebing securam ini

Handling
Meski banyak yang bilang untuk ukuran trail, KLX150 ini terlalu kecil. Tapi kenyataanya trail dengan dimensi hanya 1.975 x 760 x 1.080 mm (PxLxT) ini cukup ideal untuk tinggi rata-rata orang Indonesia (165-170 cm). Kaki dipastikan masih bisa menapak sempurna di tanah. Hal ini membuat tidak cepat lelah saat bermain off road.

Sedang saat dipakai membelah jalanan ibu kota, hal perta kali dirasakan adalah nyaman. Teleskopik depannya yang panjang dan sok belakang unitrack-nya sangat empuk. Melintasi jalanan rusak, aspal berlubang hingga polisi tidur hampir tidak berasa.

Tapi kalau terlalu lama duduk di joknya yang kecil pasti akan cepat merasa capek. Meski material joknya empuk tapi bentuknya yang kecil bikin cepat lelah saat jalan jauh, apalagi untuk pembonceng.


Harga
Rp 21,7 juta (on the road Jakarta), mahal gak ya? Coba bandingkan bila harus memodifikasi motor sport atau bebek jadi trail. “Keluar uangnya bisa jauh lebih mahal dari beli KLX150 ini,” buka Freddyanto Basuki, Service Department Marketing Division Manager PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI). Bila dibandingkan dengan merek-merek non Jepang pun, KLX150 ini masih lebih murah.

Ngetes Bareng OTONETTERS

Otoneters adalah sebutan bagi member di forum OTOMOTIFNET.com, yang pada kesempatan ini mereka ikut mencicipi sesi test ride di sirkut motocross pondok cabe. Bukan hanya riding di jalan aspal, tapi gundukan hingga berm di sirkuit motocross ini mereka lahap. Mau ikutan diskusi test ride Kawasaki KLX 150 silahkan klik disini.

KLX150S

Kawasaki Manfaatkan Celah Pasar


http://www.inilah.com/data/berita/foto/107579.jpg


(kawasaki)

INILAH.COM, Jakarta - Lama tak terdengar beritanya, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) baru saja merilis sepeda motor KLX 150 S yang bermain di segmen sepeda motor trail. Segmen ini kurang mendapat perhatian dari kompetitornya. Mampukah eksis?

Kawasaki mengaku berani bermain sendirian di segmen ini karena peluang kondisi jalanan dan melihat banyaknya anak muda yang memodifikasi sepeda motor bebeknya menjadi motor trail plus harga yang kompetitif. Ini menjadi tantangan tersendiri bermain di segmen ini.

"Kawasaki memberikan produk yang mempunyai nilai dan memberikan kepuasan bagi pemakainya. KLX 150 S ini diciptakan sesuai karakter jalanan Indonesia yang juga mempunyai dua fungsi yaitu alat transportasi dan berpetualang off-road," ujar Presiden Direktur KMI Shigeyo Ikemoto, kemarin.

Project Leader Kawasaki KLX 150 S Kohei Kuyama menambahkan bahwa KLX 150 S diciptakan sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia. "Kami mengembangkan sepeda motor ini dengan menyesuaikan tenaga mesin, size (ukuran), dan price (harga). Motor ini juga irit bahan bakar," ujarnya.

KLX 150 S mengusung mesin 144cc satu silinder empat langkah SOHC yang mampu menghasilkan tenaga maksimum 8,60 kW pada 8.000 rpm dan torsi maksimum 12 Nm pada 6.500 rpm. KMI mengklaim sepeda motor ini mengkonsumsi bahan bakar 36,79 km per liternya.

Sepeda motor yang mengusung tagline The Art of Adventure ini memiliki tipe frame/sasis baja perimeter dengen desain diamond yang mempunyai kekuatan tinggi dan daya tahan lama (high tensile steel) sehingga didapat kestabilan sepeda motor di segala medan.

Sepeda motor berdimensi 1.975x760x1.080 mm ini sudah berstandar Euro 2 yang didukung dengan teknologi KSAI (Kawasaki Air Injection System). Fitur fitur yang dimiliki KLX 150 S antara lain double disc brake, new unitrack single shock, mufflar racing sport, warning light, lampu, dan tas multifungsi untuk semua keperluan berkendara.

Kawasaki pun optimistis mampu menjual 2.000 unit KLX 150 S setiap bulannya karena kondisi jalanan di Indonesia dan harganya yang kompetitif. Sepeda motor ini ditujukan untuk medan yang sulit seperti di Kalimantan atau Sumatra. Orang-orang biasanya punya sepeda motor bebek kemudian dimodifikasi untuk menjadi trail.

"Kalau KLX 150 S hanya Rp 21,7 juta dibandingkan dengan modifikasi yang pastinya jauh lebih mahal di atas Rp 20 jutaan, " ujar Manager Marketing and Research Development Fredyanto Basuki.

Segmen sepeda motor trail di Indonesia sendiri masih berada di bawah 5% dari total penjualan sepeda motor. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), sepeda motor trail sempat menorehkan angka penjualan 3.300 unit di 2005. Bahkan di 2006 dan 2007 tidak ada penjualan sepeda motor trail.

Di 2008, sepeda motor trail sempat terjual sekitar 4.000-an unit. Kenaikan ini juga dikarenakan kehadiran Kawasaki KLX 250 yang diluncurkan KMI di pertengahan tahun lalu.

Dengan kehadiran KLX 150 S ini otomatis Kawasaki akan bermain sendirian mengambil celah di segmen sepeda motor trail ini. Tiga penguasa kuda besi di Indonesia Honda, Suzuki, dan Yamaha masih enggan serius bermain di segmen sepeda motor kotor ini.

PT Minerva Motor Indonesia (MMI) yang juga baru meluncurkan Minerva Sachs 250 juga baru meraba ceruk di segmen sepeda motor trail lewat Minerva Sachs 250 versi super moto.

KMI bahkan kembali memperkuat 'kerajaan' sepeda motor trailnya dengan menghadirkan D-Tracker X 250 yang memiliki tampang seperti sepeda motor trail namun sangat kokoh dipacu di jalanan aspal karena menggunakan profil ban yang berbeda, bukan ban pacul seperti KLX 150 S.

Sepeda motor yang dibandrol Rp 60 juta ini menurut KMI sudah bisa dipesan sekarang namun baru akan dikirimkan Juli mendatang. "Saya rasa target total penjualan KMI antara 80.000-90.000 unit tahun ini akan tercapai berkat produk-produk ini," ujar Fredyanto. [E1]