Test Ride Kawasaki KLX150

OTOMOTIFNET - Bicara performa dan riding impression Kawasaki KLX 150, kurang lengkap rasanya bila tak menggabungkan trek tanah dan aspal. Motor trail imut ini ternyata tak hanya enak di bejek di trek tanah tapi juga cukup nyaman dipakai untuk melibas jalan raya. OTOMOTIFNET.com membuktinya sendiri dengan melibas trek garuk tanah di kawasan Pondok Cabe, Tangerang dan membelah kemacetan jalanan ibu kota.

Desain
Bersanding dengan trail-trail bongsor di Pondok Cabe seperti saudara sekandungnya Kawasaki KLX250, Honda CR200, atau special engine Yamaha YZ125. Tampang Kawasaki KLX125 ini tetap bikin percaya diri. Bentuknya murni trail modern bukan klasik seperti Suzuki TS125 yang dulu sempat di jual masal hingga awal 2000an.

Untuk berjalan di jalan raya rasanya tidak ada masalah dan tetap modis. Semua perangkat lalu lintas sudah lengkap tersedia. Peletakan head lamp, stop lamp hingga spatbor belakang pun terlihat cukup proporsional sehingga tidak menggangu desain sporty-nya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah desain knalpotnya yang unik.

Fitur dan Teknologi
Meski mesinnya tergolong baru tapi tidak ada yang terlalu istimewa. Masih SOHC satu silinder dengan dua klep, kapasitas bersih mesinnya juga hanya 144cc. Seperti mesin terbaru lainnya, mesin KLX150 ini juga sudah dilengkapi Kawasaki Secondary Air Injection System (KSAI) untuk menjaga agar emisi gas buangnya tetap ramah lingkungan.

Salah satu yang mengasyikan pada motor ini adalah adanya electric starter. OTOMOTIFNET.com sangat merasakan kegunaanya saat sudah kecapaian sewaktu bermain off road di pondok cabe. Tidak perlu bersusah payah untuk injak engkol. Tinggal pencet mesin langsung menyala.


Knalpot unik dan spidometer sederhana

Tapi yang mengesalkan adalah saat melihat panel indikator, tidak ada indikator bensin. Kita harus rajin-rajin melongok tanki, untungnya tangki KLX150 bentuknya sederhana sehingga dasar tanki pun bisa dengan mudah terlihat dari lubang tangki.

Performa
Awalnya sempat ragu, apakah mesin satu silinder 114cc sanggup memuaskan hasrat garuk tanah? Ternyata melebihi ekspektasi, akselerasinya tergolong sangat baik. Putaran bawahnya kuat sesuai karakter motor trail. Bahkan menaiki tebing dengan kemiringan lebih dari 45 derajat di lintasan enduro trail pondok cabe bisa dengan mudah dilakukan.

Bukan hanya sendiri, OTOMOTIFNET.com iseng mencoba menaiki tebing tadi dengan berboncengan. Maklum sang fotografer enggak mau capek jalan mendaki tebing, jadi terpaksa ikut di bonceng sang tester untuk naik. Hasil tetap mudah dilalui. Maklum torsi maksimum yang dihasilkan motor ini cukup besar, sekitar 12 Nm di 6.500 rpm.

Lalu bagai mana dengan performanya di aspal? Top speed memang tidak bisa tinggi, hanya mentok di 100 km/jam. Rasio 5 percepatanya pun pendek-pendek. Meski begitu saat di tes dengan racelogic, hasilnya sangat baik. Lihat data dibawah ini:

0-60km/jam : 6,1 detik
0-201 meter : 13,2 detik
0-402 meter : 19,8 detik
Top speed : 100 km/jam


Eces kalau cuma naik turun tebing securam ini

Handling
Meski banyak yang bilang untuk ukuran trail, KLX150 ini terlalu kecil. Tapi kenyataanya trail dengan dimensi hanya 1.975 x 760 x 1.080 mm (PxLxT) ini cukup ideal untuk tinggi rata-rata orang Indonesia (165-170 cm). Kaki dipastikan masih bisa menapak sempurna di tanah. Hal ini membuat tidak cepat lelah saat bermain off road.

Sedang saat dipakai membelah jalanan ibu kota, hal perta kali dirasakan adalah nyaman. Teleskopik depannya yang panjang dan sok belakang unitrack-nya sangat empuk. Melintasi jalanan rusak, aspal berlubang hingga polisi tidur hampir tidak berasa.

Tapi kalau terlalu lama duduk di joknya yang kecil pasti akan cepat merasa capek. Meski material joknya empuk tapi bentuknya yang kecil bikin cepat lelah saat jalan jauh, apalagi untuk pembonceng.


Harga
Rp 21,7 juta (on the road Jakarta), mahal gak ya? Coba bandingkan bila harus memodifikasi motor sport atau bebek jadi trail. “Keluar uangnya bisa jauh lebih mahal dari beli KLX150 ini,” buka Freddyanto Basuki, Service Department Marketing Division Manager PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI). Bila dibandingkan dengan merek-merek non Jepang pun, KLX150 ini masih lebih murah.

Ngetes Bareng OTONETTERS

Otoneters adalah sebutan bagi member di forum OTOMOTIFNET.com, yang pada kesempatan ini mereka ikut mencicipi sesi test ride di sirkut motocross pondok cabe. Bukan hanya riding di jalan aspal, tapi gundukan hingga berm di sirkuit motocross ini mereka lahap. Mau ikutan diskusi test ride Kawasaki KLX 150 silahkan klik disini.

0 komentar:

Poskan Komentar